HELLO

IRENE ZIANKA and The BLOG

Sabtu, 15 Februari 2014

CIRI-CIRI ORANG BIJAK

Mungkin diantara kita belum banyak yang mengetahui bagaimana ciri-ciri orang bijak itu. Nah sekarang mari kita bahas bersama 

http://selidikiini.blogspot.com/



1.Ketulusan
Diperingkat pertama adalah Ketulusan.Ketulusan merupakan hal yang paling disukai oleh banyak orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura- pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.
2.Kerendahan Hati
Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendah hatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Maka dari itu ketulusan hati itu jarang banayk orang yang bisa memilikinya. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minder.
3 Kesetiaan
Di tempat ketigaKesetiaan, sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat. Kesetiaan tidak dapat dibohongi.
4.Positive Thinking
Orang yang bersikap positif (positive thinking) selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dan sebagainya.
5.Keceriaan
Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.
6.Bertanggung jawab
Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.
7.Percaya Diri
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.
8.Kebesaran Jiwa
Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain.
Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa- masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.
9.Easy Going (Santai)
Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada di luar kontrolnya.
10.Empati
Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.   

Kamis, 13 Februari 2014

Tip Mengatasi Rasa Kantuk Saat Belajar

Jika ada seseorang yang kantuk dan terus tidur karena jam tidurnya kurang dari enam jam itu wajar. Namun jika ada seseorang yang jam tidurnya sudah enam jam, tapi masih kantuk dan langsung tidur –saya sering berseloroh—itu adalah godaan setan yang terkutuk.

Tips
Baiklah, sekali lagi saya tekankan bahwa tip mengatasi rasa kantuk berikut ini adalah tip yang bukan karena disebabkan oleh kurang sehat (sakit) dan bukan karena kurang tidur atau lelah. Tip ini berlaku bagi mereka yang secara fisik sehat, tidak dalam kondisi kurang tidur dan tidak terlalu lelah.
1. Atur pola makan. Syaraf otak (neuron) dalam menjalankan tugas rutinnya sangat membutuhkan energi yang sumbernya dari makanan yang kita konsumsi. Jenis dan kualitas makanan yang kita konsumsi berpengaruh terhadap kinerja otak (pikiran). Maka aturlah pola makan dengan makanan yang mudah dicerna sehingga suplay energi tidak telat. Bila kita mengkonsumsi makanan yang berat, terlalu berserat yang sulit dicerna, energi habis untuk mencerna bahan makanan, suplay energi ke syaraf bekurang sehingga kantuk datang menyerang.
2. Asosiasikan/bayangkan apa yang diharapkan dari kegiatan belajar itu. Skor atau nilai yang tinggi misalnya. Tidak cukup hanya membayangkan, tapi harus diikuti oleh keinginan yang kuat untuk mendapatkannya. Tanpa keinginan yang kuat, emosi yang “membara” untuk memperolehnya, maka akan mudah terserang rasa kantuk. Sebab, salah satu hukum pikiran mengatakan bahwa “pikiran akan memberi apa yang diinginkan pemiliknya”. Bila pemiliknya meminta setengah hati, pikiran akan memberikan setengah hati pula. Artinya, pada saat kantuk dating dan karenan niatnya setengah hati, maka pikiran lantas welcome to kantuk!
3. Programlah pikiran bawah sadar Anda dengan cara self talk (bicara pada diri sendiri, membatin terus). Salah satu cara untuk membuat program dalam pikiran bawah sadar adalah dengan cara self talk secara persisten. Self talk yang harus dilakukan adalah “Saya selalu terjaga dalam belajar!”. Lakukan sesering mungkin dan seintens mungkin hingga benar-benar menjadi bagian dalam pikiran bawah sadar. Bagian inilah nanti yang akan mengingatkan dengan keras saat Anda mulai terkantuk-kantuk. Bagian ini yang nanti akan “protes” bila Anda mulai berpihak pada rasa kantuk.
4. Aturalah posisi duduk siap belajar. Jangan belajar sambil duduk bersandar/kepala disandarkan. Jangan pula belajar sambil tiduran. Posisi duduk berpengaruh terhadap datangnya rasa kantuk. Kenapa posisi duduk berpengaruh terhadap datangnya kantuk? Karena menurut kaidah NLP, bahwa posisi atu gerak tubuh mempengaruhi kondisi pikiran. Bila Anda duduk bersandar, kondisi pikiran terbawa bada kondisi rileks, atau kondisi siap untuk ngantuk/tidur.
5. Patahkan pola kantuk Anda. Kantuk itu ada polanya. Diawali dari pola makan yang sulit dicerna (berserat), menguap tanda kantuk, lalu duduk bersandar, dan …. akhirnya bisa pulas. Meskipun pada saat kantuk datang pikiran bawah sadar segera mengingatkan untuk selalu terjaga, namun bila tidak ada keberanian dari Anda untuk mematahkan pola kantuk, maka rasa kantuklah yang menang. Bablas tidur…!
Salah satu caranya adalah begini. Begitu rasa kantuk datang, sudah mulai menguap, jangan lanjutkan dengan duduk bersandar. Tetapi cari aktifitas jeda, aktifitas pemutus agar kantuk terusir. Caranya macam-macam: bisa berdiri dan lakukan gerakan-gerakan ringan, seperti jalan-jalan sebentar, bikin kopi juga boleh. Seperti yang saya lakukan, pada saat menulis artikel ini saya terserang kantuk –maaf baru makan siang, Maka saya segera mencari aktifitas pemutus pola kantuk yakni dengan cara jalan-jalan kecil di ruangan sekedar manyapa teman dan refresing. Hasilnya, tidak kantuk lagi dan dapat menyelesaikan artikel ini.
Hampir semua inovasi, penemuan baru, dan hal-hal yang berkaitan dengan kreativitas, diawali dengan keberanian “mematahkan” pola lama, dan mengantinya dengan pola baru. Adalah tidak mungkin ingin mendapatkan sesuatu yang baru, tetapi masih dengan cara (pola) pikir lama. Demikian halnya dengan pola kantuk yang pada akhirnya (hasilnya) tidur, maka sebelum kebablasan tidur, maka polanya harus diputus.


 Cerpen ini adalah karya aku sendiri, saat aku masih kelas 2 SMP :-) 

POHON JERUK EDHO




Untuk kesekian kali Edho  lewat  jalan kecil disamping kebun Pak Liem.  Untuk kesekian kalinya pula matanya tidak bisa berpaling dari sebatang pohon jeruk yang sangat rimbun, buahnyapun lebat sampai terjuntai menyentuh tanah, beberapa diantara buahnya berwarna kekuningan tandanya buah itu sudah tua  “hmm… pasti manis dan sangat segar “ pikir Edho




Pak Liem adalah sebutan untuk seorang lelaki cukup tua, umurnya kira-kira 60 tahunan, nama sebenarnya Pak Wibowo karena orangnya rajin sekali beribadah maka orang-orang memanggilnya Pak Liem artinya orang tua yang rajin beribadah dan sangat alim. Disamping rumah Pak Liem terdapat sebuah kebun, selain itu terdapat juga sebuah jalan kecil, jalan kecil itulah yang menjadi jalan pintas terdekat bagi Edho untuk pulang dan pergi ke sekolah tiap hari selain udaranya sejuk oleh deretan pepohonan, jalan itu juga tidak terlalu sempit.
  
Matahari siang bersinar garang menyengat kulit, orang-orang berjalan dengan tergesa-gesa tetapi Edho santai-santai saja mengayuh sepedanya, Tery teman sekelasnya ia bonceng dibelakang.

Mereka asyik membicarakan pertandingan futsal di sekolahnya tadi, saat melintas dikebun Pak Liem seolah-olah ada suatu tarikan magnet yang sangat kuat, pandangan mata Edho kembali membidik pohon jeruk yang rimbun itu.

“Ter…coba liat deh pohon jeruk itu !!!”  kata Edho sambil menunjuk kearah pohon jeruk yang setiap hari menarik perhatiannya,,, Tery menoleh, mengikuti arah telunjuk Edho


“wah… banyak sekali!!! Eh ada dua orang sedang ngapain ya?” kata Tery, sedangkan Edho menghentikan sepedanya mereka memperhatikan orang itu penuh arti. Mereka turun dari sepeda, memandangi sekeliling yang sangat sepi lalu mereka berjalan turun mendekati pohon jeruk itu.
Kemudian…….

“Hmm…. Manisnya buah ini!!!” kata Edho serambi mengupas jeruk yang kedua.  “He’em besuk kita ambil lagi ya!!!” kata Tery menimpali.   “Mudah-mudahan  Pak Liem ke Ngawi lagi” sambung Edho bersemangat. Dua buah telah dilahapnya, kini dia mengupas jeruk yang ketiga.


“Ke Ngawi???”
‘Ada….aja!! yang penting jangan sampai ketahuan’
“Kalau ketahuan??”
“Yaaa dosalah”


“Dosaa…??” kata Edho,,, huk…!! Tiba-tiba saja sebutir biji jeruk tanpa permisi nyelonong masuk kekerongkongannya tanpa bisa dicegah lagi…….. dan ……


“Uhuk-uhuk!!” Edho terbatuk-batuk dan berusaha mengeluarkannya namun biji jeruk it uterus berjalan-jalan melewati usus lalu bersama-sama dengan makanan lain berkumpul didalam pencernaannya.


Mendadak Edho merasa sesuatu yang tidak beres terjadi pada dirinya, keringat dingin keluar dari sekujur tubuhnya berbutir-butir menyerupai biji jeruk

“Tery, kepalaku pusing banget nih, mataku berkunang-kunang,aku tidak bisa melihat wajah kamu! Aduh Ter, kenapa aku jadi begini??”


Edho mulai panik, apapun yang dipandangnya berubah kabur bergerak-gerak tak beraturan keringatnyapun semakin deras membasahi seluruh badannya.


Bahkan dirasakan telapak kaki dan tangannya sudah basah kuyup. Tery tak kalah paniknya menyaksikan perubahan yang dialami sahabatnya Edho,, mulut Tery menganga jeruk yang dimakannya tiba-tiba jatuh begitu saja tanpa disadari……
Tiba-tiba…………..

“E….Edho…i..i..i.tu” kata Tery terbata-bata.     “Diatas kepalamu,, diatas kepalamu” Tery berteriak-teriak sambil menunjuk kepala Edho.  Lalu Edho memegang kepalanya, tangannya menangkap sesuatu tepat diatas kepalanya.   Mula-mula menyerupai benjolan kemudian benjolan itu kian meruncing serupa tanduk.


“Haah apa?? kepala Edho tumbuh tanduk ??” seru Tery


Oh     tidak!!      Tanduk    itu      ternyata     terus memanjang,  meninggi dan terus meninggi…   ASTAGA!! Tanduk itu menjadi batang pohon lalu bercabang muncul ranting-ranting.   Pada rantingnya tumbuh tunas-tunas daun. Bahkan menyusul kemudian kuncup-kuncup putik yang bermekaran menjadi bunga-bunga dan menyembulkan putik………


Dan kemudian…..
O’o!! putik-putik itu membesar sempurna sebagai buah jeruk



 “E…Edho  biji jeruk yang kau telan itu menembus kepalamu!”  seru Tery… Semula Tery ketakutan dan panik namun kini ia terlihat senang.  Matanya terus membelalak takjup,  dicobanya memegang buah-buah jeruk yang bergelantungan pad pohon yang ada diatas kepala Edho.


“ Ha…ha…ha..! kau seperti tabulampot!! Tanaman buah dalam pot,, ya  ya  ya  kau menjadi pot buah jeruk, ha…ha…ha….lucu….lucu….ha….ha…ha” Tery tertawa geli. “Tery jangan bercanda!!”
“Sungguh aku tidak bohong, kamu berubah manusia pohon jeruk”


“ha…ha…ha…” Tery terbahak-bahak.


“bagaimana ini Ter,?? Aku takut Ter,!! Aku tidak mau menjadi manusia jeruk , aku mau jadi manusia biasa saja.. tolong aku Ter!!” pinta Edho pada Tery.   Edho kebingungan  berputar kesana kesini, buah jeruk pada ranting di atas kepala Edho ikut bergoyang-goyang seperti ditiup angin…
Di tengah-tengah kepanikan kedua matanya menangkap bayangan sosok tubuh agak tua dari kejauhan.  Setelah dekat “aduh celaka!! Pak Liem…Pak Liem datang ehh Dho sepertinya dia bawa parang!”


“Ya itu Pak Liem, kok juga membawa keranjang sih??”
“jangan-jangan …………” Tery menggantung ucapannya “jangan-jangan Pak Liem akan menebang pohon diatas kepalamu itu!! Wah bisa bahaya ! Aduh Dho aku pulang saja,, aku takut!!”


Tery berlari meninggalkan Edho sendiri, ia juga ingin menyusul Tery tapi karena buahnya lebat, pohon itu terasa sangat berat baginya
Lalu Pak Liem dating menghampiri Edho dan……”hai….Edho”sapa Pak Liem, wajahnya sama sekali tidak memunculkan kemarahannya.
  
“ha…hai juga Pak Liem, em..ma…mau kemana Pak ?” Tanya Edho dengan nada takut.. tapi ia coba untuk memberanikan diri.
O O itu loo Bpk mau memetik buah jeruk, ternyata setelah ditinggal ke Ngawi jeruk-jeruk itu sudah matang dan masak saatnya untuk di panen”
“panen??”
“iya daripada dicuri anak-anak nakal lebih baik dipanen saja untuk dijual kepasar, kan lumayan untuk tambahan tabungan, setelah itu pohonnya akan Bapak tebang” jawab Pak Liem santai
“ha……??” Edho sangat kaget dan takut mendengar jawaban dari Pak Liem
Tiba-tiba muncul bayangan dirinya mencuri buah jeruk Pak Liem kembali melintas di otaknya, ia merasa sangat bersalah dan ingin meminta maaf, namun semua sudah terlambat sekarang Pak Liem sudah berdiri didepanya, dengan parang terhunus dan keranjang yang siap disampingnya

“Pak Liem mau apa? Ampun ……ampun Pak Liem ampun !! saya berjanji takakan mencuri lagi!! Saya mengaku bersalah Pak!”  kata Edho memohon kepada Pak Liem, ia berteriak-teriak sambil memegangi kepalanya
Tapi Pak Liem tak peduli

Wajahnya berubah menjadi garang dan menyeramkan, Pak Liem sangat marah, Dalam sekejap mata Pak Liem mengibaskan parangnya dan…..BRUK…!

“Aduh!!” seru Edho kesakitan, ia pun terbangun dan benar-benar terbangun
Dipandangi sekeliling nya tidak ada parang, pohonjeruk dan juga Pak Liem
“Alhamdulillah aku Cuma mimpi” ucap Edho perlahan, ia menarik nafas dalam-dalam, sambil berusaha berdiri dan kembali ke tempat tidurnya. 

Rupanya ia terjatuh dari tempat tidurnya dan benjolan di kepalanya itu karena ia terbentur tempat tidur ketika ia terjatuh.

“hulf….pasti gara-gara aku mencuri jeruknya Pak Liem tadi siang” batinnya
Ia menyesali perbuatannya dan ia bertekat besok pagi akan meminta maaf kepada Pak Liem, ketika berangkat kesekolah bersama Tery temannya.

Malam masih panjang lalu Edho melanjutkan tidurnya, ia cepat-cepat membalikan bantalnya agar tidak mimpi yang buruk lagi dan tak lupa ia memanjatkan doa kepada Allah agar selama tidur selalu dijaga sampai terbit fajar…..””



SELESAI








Selasa, 04 Februari 2014

“CINTA TANPA BATAS”

  Muller  adalah seorang  turis yang suka sekali berjelajah kemana-mana,dia berasal dari  Jerman, oleh karena itu Muller dijuluki si ‘’muller the explorer’’  oleh teman  dekat dan juga orang lain. Setiap hari minggu dia gunakan untuk berpetualang atau mengunjungi berbagai tempat yang menurut nya menarik.Seperti hari  ini dia mendapat cuti tahunan dari bos nya, karena hasil kerja nya cukup bagus,  dia berencana mengunjungi Indonesia,karena Indonesia cukup terkenal pada  bagian wisata nya terutama di pulau Bali, banyak turis -turis yang  mengunjungi  pulau Bali tersebut,namun hal ini membuat muller terasa biasa saja, karena dia ingin sesuatu yang berbeda dari yang lain.
    Dia terbang dari Jerman ke Indonesia menuju bandara  Ngurah Rai yang ada di pulau Bali, disana banyak yang dia lihat bagaikan keajaiban dunia,namun  dia menikmati liburan  biasa-biasa saja, tidak ada yang spesial menurut nya.
    Pada saat makan malam,seorang pelayan retoran mengantar  makanan ,ke meja Muller dengan sopan,lemah lembut dan juga ramah, muller pun merasa jatuh hati pada pelayan itu,karena dilihat dari  fisik Rani yang cantik, manis dan santun akhir mereka berdua  berkenalan serta bertukar nomor handphone,mereka terus berhubungan lewat telepon maupun didunia nyata,hubungan mereka awalnya hanya seorang teman biasa,namun sekian lama bersahabat  akhirnya mereka berdua saling menyukai,dan kini status mereka berpacaran.
    Saking cinta nya kapada Rani si pelayan restoran itu,Muller rela tidak pulang ke negeri nya lantaran cinta nya kepada Rani sungguh besar. Suatu hari Rani mendapat cuti dari tempat ia bekerja, Rani pun merencanakan pulang ke orang  tua nya ke  kampung halamannya di BOJONEGORO .Karena tidak ingin ditinggal Rani, Muller pun ikut ke BOJONEGORO dia ingin tahu apa saja potensi yang ada di BOJONEGORO.  Alhasil Rani pulang bersama Muller.
    Dari selat Bali pun mereka menyeberang lautan naik kapal, lalu sesampai di darat mereka berdua menaiki bis yang sudah dipesan , Rani tidak mau menggunakan jalur terbang karena dia pikir melalui darat lebih mengasyikan di banding berada di atas langit yang hanya melihat awan yang bergerak-gerak . Rani memesan dua tiket  bis yang akan ditumpangi   bis PAHALA KENCANA  jurusan Banyuwangi-Bojonegoro. Selama diperjalanan mereka berdua saling mengobrol kadang pula tidur karena  perjalanan masih jauh.
    Kali ini Muler tidak bisa memejamkan mata nya, matanya terbelalak melihat keindahan pemandangan yang ada di sepanjang jalan , terutama pohon-pohon yang besar nan hijau,  disawah-sawah yang luas dan padinya menguning bagaikan lautan emas yang menari – nari diterpa angin. Hatinya kagum bukan main karena melihat semua itu dirasa nya dia sedang berada di surga dunia gemah ripah loh jinawi. Sekian jauh perjalanan yang di tempuh,akhirnya sampai juga di BOJONEGORO, entah apa yang membuat Muler tersenyum bahagia dihadapan Rani, ketika ditanya ternyata Muller mengaku kagum dengan Bojonegoro  yang kaya akan potensi alam nya,hutan jatinya dan tak lupa ada pengeboran minyak yang besar. “aku  beruntung bisa  jatuh hati pada perempuan Indonesia yang sangat menjunjung norma sopan santun dan menjunjung tinggi  agama  dan keyakinan.
    Waktu bergulir dengan cepat akhirnya mereka  sampai  terminal Bojonegoro, mereka turun dan naik angkutan kota (angkot) , menuju jalan Panglima Sudirman, suasananya saat itu sangat panas dan para penumpang berebutan  ingin cepat pulang,mereka  pun ikut berebut dan menaiki angkot itu,didalam angkot  Muler  bagaikan barang antik yang selalu manjadi bahan omongan  penumpang lainnya , para remaja pun terdengar bisik-bisik dengan teman lainnya lalu sedikit melirik Muller dan tersenyum,sebaliknya Muler  juga  hanya melontarkan senyuman penuh tanda tanya. Rani yang melihat kejadian itu juga ikut tersenyum.

Perjalanannya  tidak cukup jauh untuk sampai di jalan Panglima Sudirman ,mereka berdua pun turun, Muller pun masuk dalam rumah Rani untuk diizinkan istirahat di rumahnya karena perjalanan jauh membuat badan capek. Muller  pun diperkenalkan dengan keluarga Rani terutama ibu Rani dan juga adik-adik nya yang menyambut kedatangan Rani  kakaknya.
Hingga malam tiba,Rani mengajak Muller ke alun-alun kota Bojonegoro untuk sekedar memperkenalkan daerah nya,kebetulan di alun-alun ada sebuah festival ludruk dan  mereka berdua melihat ludruk sambil makan jagung bakar  lesehan,langganan Rani dahulu sampai sekarang.
Sayup-sayup Muller  mendengar suara musik jawa yang terdengar saat mereka makan jagung bakar, karena penasaran Muller pun mengajak Rani untuk melihat ke arah  suara itu.Rani pikir Muller tidak suka dengan keadaan ini, dan ternyata tebakannya salah malahan ikut berjoget mengikuti musik aliran  gendang musik khas Jonegoroan. Setelah selesei Muller pun mencari hotel yang digunakan untuk tempat penginapan nya  selama di Indonesia. Sebelum pergi Muller berpesan agar dirinya diajak untuk berkeliling Bojonegoro kota Ledre, padahal Muller sendiri tidak mengerti apa itu ledre.
  Keesokan harinya, Rani bersiap menjemput Muller dengan sepeda motor Varionya,dan tak lupa membawa  helm untuk Muller. Pagi ini tujuan mereka berdua, adalah  ke kolam taman tirta,waduk pacal lalu bermain di gua dander. Selama perjalanan Muller kagum drngan tata letak nya kota Bojonegoro,dia melihat kota yang bersih karena setiap hari pasukan kuning,dengan rajin membersihkan dan menyapu sampah  yang ada di jalan protokol,apalagi saat di Jambean dia senang sekali melihat pohon pinang,berjajar rapi disepanjang jalan yang  di hiasi tanaman bunga beraneka warna dengan indah dan terawat.”hmmm nyaman,,indah,bersih dan udara nya pun bersih sekali”gumam Muller.
Ketika melihat tukang becak,Muller pun tersenyum,melihat tukang becak yang agak tua tapi,masih sigap  mengantar penumpang. “sungguh tangguh-tangguh pria Bojonegoro, perempuan nya cantik,sopan,pengabdi keluarga yang setia dan juga ulet,sungguh luar biasa”kata muller.                   
“tidak salah aku memilih kamu Rani dan juga negeri mu ini yang membuat aku jatuh hati”sambung Muller, sambil melirik Muller, Rani pun tersenyumbahagia dan bangga tentunya.
Mereka bercakap-cakap sampai perut mereka  protes, akhir nya mereka makan kue serabi yang ada di jalan Dr. Sutomo sebagai pengganjal perut, awalnya Muller mersa asing dengan makanan ini namun  pada akhirnya, setelah dirasakan dia mulai menyukai nya.setelah merasa puas akhir nya mereka berdua pulang kerumah Rani.
Setelah beberapa minggu di Bojonegoro Mulller pun merasa betah ,disamping  ada seorang Rani yang cantik nan sopan yang telah menarik hati nya, Muller betah tinggal di Bojonegoro, karena masyarakatnya ramah,lingkungan nya juga nyaman banyak sekali potensi –potensi alam yang terkandung didalam nya. Akhirnya Muller  memutuskan untuk tinggal di Indonesia dan menikah dengan Rani  oleh karena itu dia mengganti status nya menjadi WNI bukan  WNA lagi, mereka pun hidup berdua bahagia selama-lama nya dan bangga menjadi warga Negara Indonesia terutama mencintai kota Bojonegoro.***




SELESEI